Jumlah angkatan kerja yang terus meningkat tanpa diimbangi dengan peningkatan jumlah kesempatan kerja akan menimbulkan pengangguran. Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak melakukan kegiatan kerja, atau sedang mencari pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal.
Atau dengan kata lain, seseorang dapat dikatakan sebagai pengangguran bila memenuhi salah satu kategori di bawah ini.
1.Sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan
2.Sedang mempersiapkan suatu usaha baru
3.Tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (discourged worker)
4.Sudah mendapatkan pekerjaan tetapi belum bekerja.
Jenis pengangguran berdasarkan cirinya
- Pengangguran terbuka, adalah pengangguran yang terjadi karena lowongan pekerjaan yang lebih rendah dan pertambahan tenaga kerja. Akibatnya, perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.
-Pengangguran tersembunyi, adalah pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja yang digunakan. Contohnya iala pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat kecil.
-Pengangguran musiman, ialah pengangguran yang terjadi karena faktor kondisi iklim yang biasanya disektor pertanian dan perikanan karena pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan dan terpaksa menganggur. Pada musim kemarau para petani tidak dapat mengerjakan tanahnya
-Pengangguran menganggur, adalah pengangguran yang hanya bekerja satu sampai dua hari seminggu atau satu sampai empat jam sehari.
Perdagangan internasional
Pengertian perdagangan internasional
Perdagangan dapat diartikan sebagai proses tukar-menukar yang dilakukan atas kesepakatan bersama dari semua pihak yang terlibat. Pada kenyataannya, dalam memenuhi kebutuhannya sebuah negara belum mampu memproduksi semua barang / kebutuhannya sendiri tanpa menerima bantuan dari negara lain. Sejalan dengan berkembangnya teknologi, sebuah negara semakin mudah dalam melakukan hubungan dagang dengan negara lain atau melakukan kegiatan ekspor-impor. Oleh karena proses perdagangan tersebut dilakukan antarnegara, maka perdagangan tersebut disebut dengan perdagangan internasional.
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu megara dengan pemerintah negara lain.
Hambatan-hambatan dalam perdagangan internasional
1. Tidak amannya kondisi Negara
Apabila kondisi keamanan suatu negara tidak stabil, seperti adanya peperangan, kerusuhan, dan lain sebagainya, Negara-negara lain akan merasa takut untuk melakukan pedagangan. Akibatnya, mereka akan beralih ke Negara yang lebih aman. Sebaliknya, apabila kondisi keamanan suatu Negara baik, maka banyak Negara yang terdorong untuk melakukan transaksi perdagangan.
2. Kebijakan Ekonomi suatu negara
Setiap Negara memiliki kebijakan ekonomi yang berbeda-beda. Terkadang kebijakan yang diterapkan tersebut menghambat proses perdagangan internasional. Contohnya adalah pembatasan jumlah impor. Negara yang membatasi impor akan membuat Negara eksportir kehilangan sedikit peluangnya untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu, biaya pajak impor/ekspor yang tinggi, surat perijinan yang berbelit-belit akan menghambat proses perdagangan internasional.
3. Ketidakstabilan Kurs Mata Uang Asing
Kurs mata uang asing yang selalu berubah – ubah dapat menyulitkan para importir maupun eksportir merasa kesulitan dalam menentukan harga valuta asing. Kesulitan tersebut akan berakibat pula terhadap penentuan harga penawaran maupun permintaan barang sehingga para pedagang internasional merasa kesulitan dalam melakukan kegiatan ekspor dan impor.
4. Sulit dan besarnya risiko proses pembayaran antar Negara
Negara-negara importir akan mengalami kesulitan dalam melakukan pembayaran ketika melakukan kegiatan perdagangan internasional. Apabila model pembayaran dilakukan dengan tunai, maka negara pengimpor membutuhkan biaya tambahan untuk melakukan pembayaran di Negara tujuan. Selain itu, resiko yang diterima juga cukup besar, seperti perampokan, pembajakan, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, pada umumnya Negara eksportir lebih memilih melakukan pembayaran melalui telegraphic transfer, kliring internasional atau menggunakan L/C.
5. Kebijakan impor suatu Negara
Bebasnya barang-barang yang masuk, membuat produk-produk Negara terancam. Hal ini dikarenakan barang-barang impor memiliki kualitas yang lebih baik dan harga yang lebih murah, sehingga banyak konsumen yang lebih tertarik menggunakan barang impor. Oleh karena itu, Negara harus melindungi hasil produknya sendiri dengan cara menetapkan kebijakan untuk melindungi produksi dalam negeri. Salah satunya adalah dengan menetapkan tarif impor yang tinggi.
Apabila tarif impor yang ditetapkan tinggi, maka produk-produk impor yang masuk akan memiliki harga yang lebih mahal daripada produk dalam negeri. Akibatnya, masyarakat lebih memilih produk asli dalam negeri daripada produk impor. Oleh sebab itu, kebijakan ini dapat menjadi penghambat dalam perdagangan internasional.
6. Rendahnya Kualitas Sumber Daya
Sumber daya manusia dapat mempengaruhi perdagangan internasional. Apabila kualitas tenaga kerja rendah, maka barang atau produk yang dihasikan akan memiliki kualitas yang rendah pula.
Oleh karena itu, negara yang memiliki produk yang kualitasnya rendah akan sulit dalam bersaing dengan barang Negara lain yang memiliki kualitas lebih baik. Dengan demikian, hal ini menjadi penghambat perdagangan internasional bagi suatu Negara.
7. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Setiap Negara memiliki mata uang yang berbeda-beda. Pada umumnya, Negara eksportir akan meminta pembayaran kepada Negara pengimpor menggunakan mata uang Negara pengekspor. Tentunya, jumlah atau nilai mata uang setiap Negara berbeda-beda Apabila nilai Negara eksportir memiliki mata uang yang lebih tinggi daripada Negara importir, maka hal ini mengakibatkan Negara pengimpor harus menambah pengeluarannya. Oleh karena itu, untuk melancarkan proses perdagangan internasional perlu adanya penetapan mata uang internasional yang diterima oleh setiap Negara.
referensi
Adji, Wahyu, Suwerli & Suratno. 2007. Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga
Ritonga, M.T. & Yoga Firdaus. 2007. Ekonomi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Phibeta Aneka Gama
http://accounting-media.blogspot.co.id/2015/04/pengertian-pengangguran-dan-jenis.html
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengangguran-pengertian-jenis-penyebab.html
http://www.markijar.com/2017/03/pengertian-manfaat-dan-faktor-pendorong.html
http://kakakpintar.com/8-hambatan-perdagangan-internasional/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar